Beragam Manfaat Konsumsi Pare Bagi Ibu Hamil


Selama kehamilan, ada banyak pantangan yang harus diperhatikan ibu hamil. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah boleh makan pare untuk ibu hamil? Di balik rasanya yang pahit, pare memiliki banyak manfaat, tak terkecuali bagi ibu hamil. Namun, ibu hamil juga disarankan untuk membatasi konsumsinya karena dapat menyebabkan keguguran. Cari tahu kebenaran tentang manfaat dan risiko efek samping pare untuk ibu hamil di artikel berikut.

Manfaat Buah Pare Untuk Ibu Hamil

Pare, atau Momordica charantia, adalah buah dari tanaman tropis yang mudah ditemukan di Indonesia. Selain diolah menjadi masakan, pare juga biasa digunakan sebagai obat tradisional.

Pare mengandung zat bioaktif, vitamin, mineral, serat dan antioksidan yang baik untuk kesehatan. Tak heran jika manfaat pare banyak digunakan dalam dunia kesehatan. Inilah manfaat pare untuk ibu hamil yang sayang untuk dilewatkan:

Kontrol Gula Darah

Salah satu masalah kehamilan yang dapat terjadi pada ibu hamil adalah diabetes gestasional, yaitu peningkatan kadar gula darah selama kehamilan. Untuk mengontrol gula darah, pilihan makanan bisa sangat membantu, termasuk pare. Pare mengandung senyawa yang bersifat antidiabetes dan mampu mengontrol kadar gula darah bagi ibu hamil. Perkawinan berpotensi mengatasi diabetes bahkan menghambat terjadinya komplikasi diabetes.

Memperkuat sistem kekebalan tubuh

Kandungan vitamin, mineral dan antioksidan dalam pare juga dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh. Selain itu, Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah selama kehamilan, membuat Anda lebih rentan terhadap penyakit. Untuk itu, perlu mengonsumsi makanan yang dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Mengatasi Sembelit

Sembelit selama kehamilan juga merupakan salah satu masalah pencernaan yang paling umum. Kondisi ini tentu membuat perut dan panggul tidak nyaman. Untuk mengatasinya, mengonsumsi makanan kaya serat bisa menjadi solusi.

Pare diketahui mengandung serat yang cukup baik untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan Anda. Sebuah penelitian juga menyebutkan bahwa pare sudah lama digunakan sebagai obat tradisional untuk membantu mengobati gangguan pencernaan, termasuk ibu hamil.

Melawan Kanker

Majalah kesehatan mengatakan bahwa meskipun jarang, kanker payudara adalah kanker paling umum kedua pada wanita hamil. M. charantia, juga dikenal sebagai pare, diketahui memiliki sifat antikarsinogenik yang dapat menghambat sel kanker. Sebuah penelitian menyatakan bahwa ekstrak pare dapat digunakan sebagai suplemen untuk mencegah kanker payudara.
Tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membuktikan ini. Pastikan untuk memeriksakan diri ke dokter sebelum mengonsumsi suplemen apa pun, bahkan herbal. Apalagi di tengah kehamilan.

Berbagai Cemilan Tidak Sehat Yang Bikin Gendut


Apakah Anda suka makanan ringan? Tidak ada yang salah dengan kebiasaan ini. Ngemil bisa menyehatkan tubuh jika dilakukan dengan benar, mulai dari jumlah hingga jenis camilannya. Pasalnya, ada beberapa jajanan yang tidak menguntungkan karena hanya membuat berat badan bertambah dan gula darah naik. Camilan apa yang membuat ini gemuk?

Daftar cemilan yang bikin gendut

Camilan ini juga biasanya tinggi lemak jenuh, gula dan garam. Apa saja daftar jajanan yang bikin gendut ini?

Donat

Siapa yang tidak suka donat? Makanan ini selalu terlihat menggoda untuk disantap. Namun tentunya Anda sudah tahu bahwa donat sangat tinggi kalori. Belum lagi kandungan gula dan lemak di dalamnya.

Sebut saja 1 buah donat glasir, makanan ini bisa memiliki 240 kalori, setengahnya adalah lemak. Sedangkan jumlah sodiumnya bisa mencapai 210mg. Menurut ahli, makanan rendah sodium jika mengandung 140 mg sodium atau kurang per porsi.

Keripik kentang

Keripik kentang merupakan salah satu jenis camilan yang membuat Anda gemuk. Tentunya bagi Anda yang menyukai jajanan yang satu ini, jangan sering-sering ngemil jika sedang diet.

Bagaimana mungkin? Keripik kentang dapat memiliki 160 kalori, 10 gram lemak, 15 gram karbohidrat dan 2 gram protein per porsi. Kelezatan keripik kentang tidak sebanding dengan nutrisi di dalamnya, bukan?

Popcorn gaya bioskop

Menonton film di bioskop memang lebih asyik sambil makan popcorn. Tapi pernahkah Anda merasa seporsi popcorn cepat habis sebelum film dimulai?

Ngemil terlalu banyak popcorn bisa berbahaya bagi kesehatan Anda, terutama yang dijual di bioskop. Alasan mengapa popcorn ala bioskop tinggi lemak trans. 3 sendok makan bisa mengandung 4 sampai 5 gram lemak trans.

Chicken nugget

Ya, olahan daging ayam memang super praktis. Yang harus Anda lakukan adalah membelinya yang sudah jadi, memanggangnya, dan itu adalah makanan terbaik di dunia!

Meski enak, chicken nugget tetap menjadi camilan tinggi lemak dan tinggi lemak. Tapi bukankah ayam kaya akan protein? Memang benar nugget ayam bisa mengandung 14 gram protein. Namun, bahan dan metode pemanggangan merusak manfaat protein ini.

Lagi pula, ada banyak makanan ringan kaya protein lainnya yang bisa Anda makan tanpa banyak mengonsumsi lemak jenuh dan natrium. Ngemil bukanlah kebiasaan buruk dan sebenarnya bisa menyehatkan jika dilakukan dengan benar. Bagi yang aktif juga dianjurkan untuk ngemil maksimal 3 kali sehari.

Namun perhatikan jenis makanan yang Anda pilih. Pasalnya, jajanan yang bikin gemuk hanya berbahaya bagi kesehatan dan berat badan!

Kalian Pilih Mana ? Ubi Goreng Atau Kentang Goreng ?


Jika ada dua hidangan di depan Anda, ubi panggang dan kentang goreng, mana yang terlihat lebih sehat pada pandangan pertama? Bisa jadi, ubi goreng dianggap lebih sehat. Memang benar, karena ubi goreng mengandung lebih banyak vitamin A. Tapi sekali lagi, kandungan kalori dan karbohidrat ubi goreng sebenarnya lebih tinggi daripada kentang goreng. Makanan yang digoreng atau dibakar dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan dan masalah medis lainnya.

Jika ada pilihan makanan yang tidak digoreng, lebih baik karena membatasi asupan kalori. Hal yang sama berlaku untuk ubi jalar panggang yang, jika disajikan dalam porsi kecil, memiliki 260 kalori. Jika ukurannya lebih besar, kalorinya bisa mencapai 510 kalori. Jadi apakah itu ubi jalar atau kentang goreng, keduanya menyumbang kalori yang cukup sedikit bila dikonsumsi dalam jumlah banyak. Beberapa risiko yang terkait dengan masalah medis meliputi:

Kegemukan

Menurut penelitian observasional, konsumsi kentang goreng yang berlebihan dapat meningkatkan risiko penambahan berat badan dan obesitas. Dalam studi tersebut, para peserta mendapatkan 1,5 kg berat badan selama periode 4 tahun. Makan kentang goreng sekali atau dua kali seminggu juga meningkatkan risiko.

Diabetes tipe 2

Selain obesitas, baik ubi goreng maupun kentang goreng dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2, karena keduanya tinggi karbohidrat yang dapat meningkatkan kadar gula darah. Indeks glikemik untuk kentang goreng adalah jauh lebih tinggi dibandingkan dengan ubi goreng loh.

Penyakit jantung

Makan terlalu banyak gorengan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Jika dikaitkan dengan faktor risiko penyakit jantung seperti obesitas dan tekanan darah tinggi, memang benar. Dalam sebuah penelitian, orang yang makan kentang goreng 4 kali seminggu memiliki risiko 17 persen lebih tinggi terkena tekanan darah tinggi.

Jadi ketika membandingkan mana yang lebih sehat antara ubi goreng atau kentang goreng, keduanya cukup seimbang. Kandungan kalori dan karbohidrat ubi goreng lebih tinggi, namun nutrisi berupa vitamin A hanya terdapat pada ubi goreng.

Jika ada pilihan untuk makan makanan tanpa dipanggang seperti dikukus, dibakar, direbus dan sebagainya, itu akan lebih baik. Bahkan untuk kentang goreng, buatan sendiri di rumah juga kurang berisiko.